9/26/2018

Cuaca dan Iklim di Indonesia

Apa yang dimaksud dengan cuaca dan apakah yang dimaksud iklim? Cuaca adalah rata-rata keadaan udara pada suatu tempat dalam rentang waktu yang relatif singkat. Cuaca cepat berubah-ubah dan daerahnya tidak terlalu luas. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu daerah yang luas dan diperhitungkan dalam rentang waktu yang lama. Lamanya bekisar antara 30 hingga 100 tahun.

Iklim dan Angin di Indonesia
Iklim yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: letak pada daerah garis lintang rendah (6o LU – 11o LS) yang beriklim tropis, merupakan negara kepulauan dengan laut yang cukup luas, dan terletak di antara dua benua (Asia dan Australia).

Pola Angin di Indonesia
Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Angin memiliki 3 nama berdasarkan arah bertiupnya, yaitu angin musim, angin lokal, dan angin fohn.

1. Angin Musim
Di Indonesia dikenal dua angin musim, yaitu angin musim timur dan angin musim barat.

a. Angin Musim Barat
Angin musim barat biasanya melintasi wilayah Indonesia sekitar akhir bulan September sampai bulan Maret. Angin musim barat berhembus dari Samudera Hindia (sebelah barat Pulau Sumatera) menuju Benua Australia di sebelah tenggara Indonesia. Angin musim barat membawa uap air yang cukup banyak dari Samudera Hindia melewati wilayah Indonesia sehingga Indonesia akan mengalami musim hujan.

b. Angin Musim Timur
Angin musim timur biasanya melintasi wilayah Indonesia sekitar akhir bulan Maret sampai bulan September. Angin musim timur berhembus dari Benua Australia (sebelah tenggara Indonesia) menuju Samudera Hindia, kemudian berbelok ke arah utara. Angin musim timur tidak membawa uap air karena sifatnya yang kering, sehingga wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

2. Angin Lokal
Angin lokal (angin setempat) terdiri atas angin darat, angin laut, angin gunung, dan angin lembah.

a. Angin Darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut. Angin darat terjadi pada malam hari karena pada malam hari daratan lebih cepat dingin, sedangkan laut masih menyimpan panas dari matahari pada siang harinya. Tekanan udara di daratan menjadi tinggi dan tekanan di laut menjadi rendah sehingga angina bertiup dari darat ke laut.

b. Angin Laut
Angin laut adalah angina yang bertiup dari laut ke darat. Angin laut terjadi pada siang hari karena di darat lebih cepat panas. Oleh karena perbedaan tekanan udara di kedua tempat itu, maka angina bertiup dari laut ke darat.

c. Angin Gunung
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung menuju kaki gunung. Angin gunung terjadi pada malam hari karena udara di puncak gunung pada malam hari memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan tekanan udara di kaki gunung. Perbedaan tekanan udara di puncak gunung dengan tekanan udara di kaki gunung inilah yang menyebabkan angin bertiup dari puncak ke kaki gunung.

d. Angin Lembah
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari daerah kaki gunung menuju puncak gunung. Angin lembah terjadi pada siang hari karena di siang hari tekanan udara di kaki gunung lebih besar dibandingkan dengan di puncak gunung. Perbedaan tekanan udara inilah yang menyebabkan angin bertiup dari kaki gunung ke puncak gunung.

3. Angin Fohn
Angin fohn adalah angin yang turun dari lereng pegunungan. Angin fohn sifatnya kering dan panas. Ada orang yang menyebut angin fohn ini sebagai angin jatuh atau angin api karena di tiap-tiap daerah diberi nama yang berbeda-beda menurut bahasa daerah setempat. Di Indonesia paling tidak terdapat 5 macam angin fohn yaitu:
a. Angin Gending di Pasuruan dan Ponorogo (Jawa Timur)
b. Angin Kumbang di Tegal (Jawa Tengah) dan Cirebon (Jawa Barat)
c. Angin Brubu di Makassar (Sulawesi Selatan)
d. Angin Wambrau di Biak (Papua)
e. Angin Puting Beliung dan Bohorok di Medan (Sumatera Utara)

No comments: