9/26/2018

Perbandingan Molekul DNA dan RNA

DNA
1. Terdiri dari dua rantai nukleotida (double helix) panjang.
2. Mengandung asam fosfat yang menghubungkan gula yang satu dengan gula yang lainnya.
3. Mengandung gula deoksiribosa.
4. Basa nitrogen terdiri dari Purin: adenin (A) dan guanin (G); Pirimidin: timin (T) dan sitosin (C).
5. Merupakan materi genetik, membawa informasi genetik.
6. Terdapat pada kromosom, nukleoplasma, mitokondria, dan kloroplas.

RNA
1. Terdiri dari satu rantai (single strain) nukleotida pendek.
2. Mengandung asam fosfat yang menghubungkan gula yang satu dengan gula yang lainnya.
3. Mengandung gula ribosa.
4. Basa nitrogen terdiri dari Purin: adenin (A) dan guanin (G); Pirimidin: urasil (U) dan sitosin (C).
5. Berperan dalam sintesa protein.
6. Terdapat pada nukleolus, nukleoplasma, dan sitoplasma.

Cuaca dan Iklim di Indonesia

Apa yang dimaksud dengan cuaca dan apakah yang dimaksud iklim? Cuaca adalah rata-rata keadaan udara pada suatu tempat dalam rentang waktu yang relatif singkat. Cuaca cepat berubah-ubah dan daerahnya tidak terlalu luas. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu daerah yang luas dan diperhitungkan dalam rentang waktu yang lama. Lamanya bekisar antara 30 hingga 100 tahun.

Iklim dan Angin di Indonesia
Iklim yang terjadi di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: letak pada daerah garis lintang rendah (6o LU – 11o LS) yang beriklim tropis, merupakan negara kepulauan dengan laut yang cukup luas, dan terletak di antara dua benua (Asia dan Australia).

Pola Angin di Indonesia
Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan rendah (minimum). Angin memiliki 3 nama berdasarkan arah bertiupnya, yaitu angin musim, angin lokal, dan angin fohn.

1. Angin Musim
Di Indonesia dikenal dua angin musim, yaitu angin musim timur dan angin musim barat.

a. Angin Musim Barat
Angin musim barat biasanya melintasi wilayah Indonesia sekitar akhir bulan September sampai bulan Maret. Angin musim barat berhembus dari Samudera Hindia (sebelah barat Pulau Sumatera) menuju Benua Australia di sebelah tenggara Indonesia. Angin musim barat membawa uap air yang cukup banyak dari Samudera Hindia melewati wilayah Indonesia sehingga Indonesia akan mengalami musim hujan.

b. Angin Musim Timur
Angin musim timur biasanya melintasi wilayah Indonesia sekitar akhir bulan Maret sampai bulan September. Angin musim timur berhembus dari Benua Australia (sebelah tenggara Indonesia) menuju Samudera Hindia, kemudian berbelok ke arah utara. Angin musim timur tidak membawa uap air karena sifatnya yang kering, sehingga wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

2. Angin Lokal
Angin lokal (angin setempat) terdiri atas angin darat, angin laut, angin gunung, dan angin lembah.

a. Angin Darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut. Angin darat terjadi pada malam hari karena pada malam hari daratan lebih cepat dingin, sedangkan laut masih menyimpan panas dari matahari pada siang harinya. Tekanan udara di daratan menjadi tinggi dan tekanan di laut menjadi rendah sehingga angina bertiup dari darat ke laut.

b. Angin Laut
Angin laut adalah angina yang bertiup dari laut ke darat. Angin laut terjadi pada siang hari karena di darat lebih cepat panas. Oleh karena perbedaan tekanan udara di kedua tempat itu, maka angina bertiup dari laut ke darat.

c. Angin Gunung
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung menuju kaki gunung. Angin gunung terjadi pada malam hari karena udara di puncak gunung pada malam hari memiliki tekanan yang lebih besar dibandingkan tekanan udara di kaki gunung. Perbedaan tekanan udara di puncak gunung dengan tekanan udara di kaki gunung inilah yang menyebabkan angin bertiup dari puncak ke kaki gunung.

d. Angin Lembah
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari daerah kaki gunung menuju puncak gunung. Angin lembah terjadi pada siang hari karena di siang hari tekanan udara di kaki gunung lebih besar dibandingkan dengan di puncak gunung. Perbedaan tekanan udara inilah yang menyebabkan angin bertiup dari kaki gunung ke puncak gunung.

3. Angin Fohn
Angin fohn adalah angin yang turun dari lereng pegunungan. Angin fohn sifatnya kering dan panas. Ada orang yang menyebut angin fohn ini sebagai angin jatuh atau angin api karena di tiap-tiap daerah diberi nama yang berbeda-beda menurut bahasa daerah setempat. Di Indonesia paling tidak terdapat 5 macam angin fohn yaitu:
a. Angin Gending di Pasuruan dan Ponorogo (Jawa Timur)
b. Angin Kumbang di Tegal (Jawa Tengah) dan Cirebon (Jawa Barat)
c. Angin Brubu di Makassar (Sulawesi Selatan)
d. Angin Wambrau di Biak (Papua)
e. Angin Puting Beliung dan Bohorok di Medan (Sumatera Utara)

3/15/2015

Alat Gerak Pada Manusia


1. Rangka atau tulang merupakan alat gerak pasif karena tulang tidak akan bergerak jika tidak ada otot sedangkan otot adalah alat gerak aktif karena otot-ototlah yang menggerakkan rangka. 
2. Perhatikan tubuh kalian. Rangka memiliki peran penting bagi tubuh kalian. Apa yang akan terjadi dengan tubuh kalian bila tidak terdapat tulang atau rangka? Kita tidak akan dapat bergerak meskipun adanya otot, tubuh kita tidak akan memiliki bentuk, tidak punya penyokong, dll. 
3. Fungsi rangka pada tubuh manusia:
- Membentuk tubuh
- Alat gerak
- Melindungi organ dalam
- Tempat menempelnya otot
- Penegak tubuh
- Tempat membentuknya sel-sel darah 
4. Rangka manusia terdiri atas tulang rawan atau kartilago dan tulang keras atau osteon.

Ciri-ciri Kartilago dan Osteon
a. KARTILAGO
- Komponen penyusun tulang: sel-sel tulang rawan
- Substansi penyusun matriks tulang: banyak zat perekat, sedikit kalsium
- Sifat tulang: lentur
- Letak pada tubuh: hidung, telinga, ujung-ujung persendian, antara tulang rusuk dan tulang dada
- Macam tulang: 1) tengkorak (keterangan: pada bagian kepala); 2) anggota badan (keterangan: seluruh anggota badan); 3) anggota gerak (keterangan: pada bagian-bagian tulang yang dapat digerakkan)
b. OSTEON
- Komponen penyusun tulang: sel-sel tulang keras
- Substansi penyusun matriks tulang: banyak zat kapur, sedikit zat perekat
- Sifat tulang: keras
- Letak pada tubuh: anggota badan dan gerak
- Macam tulang keras berdasarkan sifat matriks: 1) keras (keterangan: tulang-tulang keras); 2) tulang rawan (keterangan: lentur, kenyal)
- Macam tulang keras berdasarkan sifat bentuk: 1) beraturan (keterangan: tulang asli); 2) tidak beraturan (keterangan: gabungan dari beberapa tulang) 
5. Sifat dan letak jaringan tulang rawan
a. Jaringan tulang rawan Elastis:
- Sifat: sangat lentur
- Letak pada tubuh: pada ujung hidung dan daun telinga
b. Jaringan tulang rawan Hialin:
- Sifat: lentur
- Letak pada tubuh: ujung tulang tungkai, kaki bawah
c. Jaringan tulang rawan Fibrosa:
- Sifat: kurang lentur, kuat
- Letak pada tubuh: ruas antartulang belakang 
6. Proses perubahan tukang rawan menjadi tulang keras (osifikasi): Setelah tulang rawan dibentuk, sel-sel tulang dibentuk dari arah dalam ke luar (koasentris). Setiap satuan sel tulang mengelilingi pembuluh darah dan syaraf membentuk sistem (havers) di sekeliling tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Selain itu terdapat pula senyawa kapur dan fosforus sehingga tulang mengeras.

Pertanyaan Tentang Sistem Gerak




Berikut adalah beberapa trivia tentang sistem gerak beserta jawabannya:

1. Pengeroposan tulang: OSTEOPOROSIS
2. Penyakit yang disebabkan oleh Treponema Pallidum: SIFILIS
3. Salah satu tulang pada tulang tengkorak bagian kepala: TAPIS
4. Tendon yang melekat pada tulang yang dapat digerakkan: INSERSI
5. Patah tulang: FRAKTURA
6. Sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah: PELURU
7. Hubungan antartulang yang memungkinkan pergerakan (kata dasar): SENDI
8. Kerja otot berlawanan: ANTAGONIS
9. Tulang rawan yang bersifat kurang lentur dan matriksnya banyak mengandung kolagen: FIDROSA
10. Tujuh ruas tulang ini menyusun tulang belakang: LEHER
11. Tulang rawan: KARTILAGO
12. Salah satu jenis protein yang lain: MIOSIN
13. Hubungan antartulang yang tidak dapat digerakkan sama sekali: SINARTROSIS
14. Iga: RUSUK
15. Gerak membengkokkan: FLEKSOR
16. Gerak ke arah atas: ELEVATOR
17. Sifat otot sebagai alat gerak: AKTIF
18. Retak tulang: FISURA
19. Kerja otot bersamaan: SINERGIS
20. Cairan sendi: SINOFIAL
21. Gerak menjauhkan tungkai dari sumbu tubuh: ABDUKTOR
22. Salah satu protein otot: AKTIN
23. Tulang keras: OSTEON
24. Otot rangka: LURIK
25. Salah satu tulang anggota gerak bagian bawah: PAHA
26. Salah satu tulang penyusun anggota gerak atas: HASTA
27. Tulang yang terdiri dari tulang belikat dan selangka: BELIKAT
28. Jenis tulang yang memiliki bagian epifise dan diafise: PIPA
29. Penyakit akibat kekurangan vitamin D: RAKHITIS
30. Saluran yang dibentuk dari lingkaran sel tulang bersama dengan pembuluh darah dan saraf: HAVERS
31. Penyusun sistem gerak: TULANG
32. Penyusun sistem gerak yang lain: OTOT
33. Sendi yang menghubungkan antara tulang-tulang telapak tangan dengan ruas tulang jari tangan: PELANA
34. Otot yang mengecil: ATROFI

Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan


A. PERTUMBUHAN
1. Ukuran makhluk hidup bertambah
2. Dapat diukur dengan alat ukur
3. Dapat dilihan dengan jelas

Contohnya:
- Pohon semakin tinggi
- Ukuran sel Amoeba semakin membesar
- Rambut semakin panjang
- Bertambahnya diameter batang pohon
- Pohon bercabang-cabang

B. PERKEMBANGAN
1. Mengarah pada pendewasaan
2. Tidak dapat diukur dengan alat ukur
3. Tidak dapat dilihat dengan jelas

Contohnya: 
- Biji kacang merah berkecambah
- Tanaman anggrek berbunga
- Tumbuhan paku membentuk anteridium dan arkegonium
- Pohon mangga berbuah
- Seseorang yang memasuki usia remaja