Showing posts with label sitoplasma. Show all posts
Showing posts with label sitoplasma. Show all posts

3/15/2015

Struktur dan Fungsi Sel


1. Membran Sel
a) Struktur:
- Bilayer tersusun atas lipoprotein dan karbohidrat
- Semipermeabel / selektif permeabel

b) Fungsi:
- Pertukaran zat
- Pelindung isi sel
- Reseptor, penerima rangsangan dari luar sel
- Tempat terjadinya berbagai reaksi kimia

2. Sitoplasma
a) Struktur:
- Bersifat koloid (tidak padat dan tidak cair)
- Terdiri atas air yang di dalamnya terdapat banyak molekul kecil, ion, dan protein

b) Fungsi:
- Tempat berlangsungnya beberapa reaksi kimia sel dan terapungnya beberapa organel sel
- Tempat metabolisme sel dan tempat menyimpan zat yang diperlukan untuk metabolisme

3. Nukleus
a) Struktur:
- Tersusun atas lipoprotein
- Inti sel eukariotik memiliki membran inti
- Terdapat pori pada membran inti yang memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma

b) Fungsi:
- Menyintesis berbagai macam molekul RNA yang digunakan dalam perakitan ribosom
- Terdapat kromosom yang mengandung DNA dan berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein

4. Retikulum Endoplasma
a) Struktur:
- Retikulum endoplasma kasar (REK) permukaannya diselubingi oleh ribosom
- Retikulum endoplasma halus (REH) permukaannya tidak diselubungi ribosom

b) Fungsi:
- REK berfungsi sebagai alat transportasi protein yang disintesis oleh ribosom
- REH berfungsi menyintesis lipid, fosfolipid, dan steroid

5. Ribosom
a) Struktur:
- Organel kecil bergaris tengah 17-20 mikron
- Tersusun oleh RNA ribosom dan protein 
- Pada waktu sintesis protein, ribosom mengelompok membentuk poliribosom (polisom)

b) Fungsi:
- Menyintesis protein

6. Mitokondria
a) Struktur:
- Mempunyai 2 lapisan membran yaitu membran luar dan dalam
- Terdapat lekukan-lekukan yang disebut krista

b) Fungsi:
- Penghasil energi sel
- Tempat berlangsungnya respirasi aerob sel

7. Badan Golgi
a) Struktur:
- Terdiri atas kantong (vesikula) pipih yang dikelilingi membran
- Dibangun oleh membran yang berbentuk sisterna, tubulus dan vesikula

b) Fungsi: 
- Membentuk membran sel dan dinding sel tumbuhan
- Membentuk vesikula pada sel-sel kelenjar untuk sekresi 
- Membentuk akrosom pada spermatozoa, kuning telur pada sel telur, dan lisosom

8. Lisosom
a) Struktur:
- Membran lisosom
- Enzim hidrolitik, dibuat pada retikulum endoplasma yang mengalami pemaketan di badan golgi dan kemudian ke endosom dan berlanjut yang nantinya akan menjadi lisosom

b) Fungsi:
- Melakukan pencernaan intrasel oleh isozim
- Autolisis, adalah penghancuran diri sel dengan cara membebaskan semua isi lisosom dalam sel
- Autofagi, adalah penyingkiran struktur-struktur yang tidak dikehendaki dalam sel
- Eksositosis adalah pembebasan enzim ke luar sel

9. Vakuola
a) Struktur:
- Berisi cairan yang dibatasi oleh suatu membran yang disebut tonoplas
- Berisi antara lain asam organik, asam amino, glukosa, gas, garam-garam, kristal, alkaloid

b) Fungsi:
- Menyimpan minyak astiri
- Menyimpan pigmen
- Menjadi tempat cadangan makanan
- Menyimpan sisa metabolisme

10. Plastida
a) Struktur:
- Organel yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan
- Terdiri dari butir-butir yang mengandung pigmen
- Plastida ada 3 macam, yaitu kloroplas, kromoplas, leukoplas

b) Fungsi:
- Kloroplas berfungsi dalam fotosintesis
- Kromoplas memberikan warna pada tumbuhan
- Leukoplas berfungsi untuk menyimpan makanan

11. Sentriol/Sentrosom
a) Struktur:
- Hanya dimiliki oleh sel hewan
- Berupa kumpulan mikrotubulus yang berperan sebagai kutub-kutub pembelahan sel secara mitosis dan meiosis

b) Fungsi:
- Tempat melekatnya kromoson

12. Sitoskeleton
a) Struktur:
- Rangka sel yang terdiri dari 3 serabut, yaitu mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen antara / filamen intermediet
b) Fungsi:
- Mikrotubulus untuk mempertahankan bentuk sel, membentuk flagel, silia, dan sentriol
- Mikrofilamen berperan dalam memisahkan sel anak
- Filamen antara untuk mempertahankan bentuk sel, tempat bertautnya nukleus dan organela lain

13. Dinding Sel
a) Struktur: 
Hanya terdapat pada sel tumbuhan
- Dinding sel muda tersusun dari zat pektin, dinding sel dewasa dari selulosa
- Terdiri atas dinding sel primer, lamela tengah, dan sekunder

b) Fungsi:
- Melindungi organel dalam sel, memberi bentuk sel, dan sebagai tempat transportasi antarsel

14. Peroksisom
a) Struktur:
- Kantong yang memiliki membran tunggal
- Terdapat berbagai enzim, di antaranya enzim katalase

b) Fungsi
- Katalase mengkatalis perombakan hidrogen peroksida (H2O2)
- Merubah lemak menjadi karbohidrat

15. Glioksisom
a) Struktur:
- Hanya terdapat pada sel tumbuhan
- Terdapat pada lapisan aleuron
- Aleuron merupakan bentuk dari protein atau kristal yang terdapat dalam vakuola
- Sering ditemukan pada jaringan penyimpanan

b) Fungsi:
- Glioksisom mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula
- Proses perubahan tersebut menghasilkan energi yang diperlukan bagi perkecambahan

3/10/2015

Fungsi Organela Prokariotik

a. Bahan Inti (DNA kromosom), tersusun atas DNA. Bahan inti ini berfungsi penting dalam mengatur proses-proses yang terjadi di dalam sel bakteri.
b. Dinding sel, tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan yang terdiri dari polimer besar yang terbuat dari N-asetil muramat yang saling berikatan silang dengan ikatan kovalen.
c. Membran plasma, tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Membran plasma berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.
d. Sitoplasma, tersusun dari 80% air, protein, asam nukleat, lemak, karbohidrat, ion anorganik, dan kromatofora.
e. Plasmid, merupakan DNA melingkar yang membawa gen tertentu yang dapat diwariskan. Plasmid terdapat di dalam sitoplasma.
f. Ribosom, tersusun dari RNA dan protein. Ribosom berfungsi dalam sintesis protein.
g. Mesosom, berfungsi sebagai penghasil energi, pusat pembentukan dinding sel baru, dan pembelahan sel.
h. Kapsul, tersusun dari polisakarida dan air. Kapsul berfungsi untuk membantu bakteri melekat pada permukaan atau dengan bakteri lainnya.
i. Flagel, tersusun dari protein. Flagel berfungsi sebagai alat gerak, tetapi ada bakteri tanpa flagel yang dapat bergerak.
j. Pili, berfungsi sebagai alat lekat dengan organisme lain.